Blognya Penyuluh Perikanan

Selamat Datang di Media Penyuluhan Perikanan, Media Silaturahmi Penyuluh Perikanan

Kamis, 19 Januari 2017

BORAKS PADA MAKANAN DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA


Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Tetapi disamping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Dimana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal. Salah satu bahan kimia yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pada makanan adalah boraks.

Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat, berbentuk Kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida serta asam borat. Baik boraks maupun asam borat memiliki sifat antiseptic, dan biasa digunakan oleh industri farmasi sebagai ramuan obat misalnya dalam salep, bedak, larutam kompres, obat oles mulut, dan obat pencuci mata. Secara local boraks dikenang sebagai “bleng” (berbentuk larutan atau padatan/Kristal) dan ternyata digunakan sebagai pengawet misalnya pada pembuatan mie basah, lontong, dan bakso.


Penggunaan Boraks pada makanan
Penggunaan boraks ternyata telah disalahgunakan sebagai pengawet makanan, antara lain digunakan sebagai pengawet makanan, antara lain digunakan sebagai pengawet dalam bakso dan mie. Boraks juga dapat menimbulkan efek racun pada manusia, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin. Toksisitas boraks yang terkandung di dalam makanan tidak langsung dirasakan oleh konsumen. Boraks yang terdapat dalam makanan akan diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, atau testis, sehingga dosis boraks dalam tubuh menjadi tinggi.

Dampak penggunaan Boraks bagi manusia
Pada dosis cukup tinggi, boraks dalam tubuh akan menyebabkan timbulnya gejala pusing-pusing, muntah, mencret, dan kram perut. Bagi anak kecil dan bayi, bila dosis dalam tubuhnya mencapai 5 gram atau lebih, akan menyebabkan kematian. Pada orang dewasa kematian akan terjadi jika dosisnya telah mencapai 10-20 g atau lebih.

Kamis, 05 Januari 2017

FORMALIN DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA


Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam larutan formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air dan merupakan anggota paling sederhana dan termasuk kelompok aldehid dengan rumus kimia HCHO. Formalin biasanya diperdagangkan dipasaran dengan nama berbeda-beda antara lain yaitu : formol, morbicid, methanol, formic aldehyde, methyl oxide, oxymethylene, methylene aldehyde, oxomethane, formoform, formalith, karsan, methyleneglycol, paraforin, polyoxymethyelene glycols, superlysoform, tetraoxymethylene, dan trioxine.

Formalin biasa digunakan pada:
1. Bidang kesehatan (desinfektan & Pengawetan mayat
2. Industri kayu dan plywood ( sbg perekat)
3. Industri plastic (sbg bahan campuran produksi)
4. Industri tekstil, resin, karet, fotografi (mempercepat pewarnaan)





Dampak Formalin Bagi Kesehatan Manusia, dapat bersifat Akut dan Kronik

1. Akut (efek terlihat secara langsung)
  • Bila terhirup akan terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk. Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti radang paru dan pembengkakan paru. Tanda-tanda lainnya meliputi bersin, radang tekak, radang tenggorokan, sakit dada yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah. Pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian.
  • Bila terkena kulit akan menimbulkan perubahan warna, yakni kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa, da nada rasa terbakar.
  • Bila terkena mata akan menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gatal-gatal, penglihatan kabur, dan mengeluarkan air mata. Bgila merupakan bahan berkonsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata.
  • Apabila tertelan mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas, system susuna syaraf pusat, dan ginjal.

2. Kronik (setelah terkena dalam jangka waktu lama dan berulang)
  • Apabila terhirup dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lender hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal, dan sensitasi pada paru.
  • Apabila terkena kulit. Kulit terasa panas, mati rasa, gatal-gatal serta memerah, kerusakan pada jari tangan, pengerasan kulit, dan kepekaan pada kulit, dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung.
  • Jika terkena mata, yang paling berbahaya adalah terjadinya radang selaput mata.
  • Jika tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.

Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat menyebabkan kanker, mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatis. Berdasarkan penelitian WHO kandungan formalin yang membahayakan sebesar 6 gram. Padahal rata-rata kandungan formalin yang terdapat paa mie basah 20 kg/kg mie.