Blognya Penyuluh Perikanan

Selamat Datang di Media Penyuluhan Perikanan, Media Silaturahmi Penyuluh Perikanan

Kamis, 09 Oktober 2014

BUDIDAYA IKAN HIAS "MOLLY"



Ikan Molly merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang ada di Indonesia. Ikan yang termasuk dalam jenis ikan live brearer (melahirkan) memiliki sifat omnivore dengan ukuran tubuh maksimal mencapai 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas molly yang berkembang di pasaran Indonesia sebagai akibat dari persilangan dan mutasi.

Membedakan Induk Jantan dan Betina:
Ciri Induk Molly Jantan

  • mempunyai gonopodium  (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan
  • modifikasi sirip anal yang
  • berubah menjadi sirip yang
  • panjang.
  • Tubuh ramping
  • Warna lebih cerah sirip punggung lebih panjang
  • Kepalanya agak besar

Ciri Induk Molly Betina


  • Tidak terdapat gonopodium dibelakang sirip perut tetapi berupa sirip halus
  • Tubuhnya gemuk
  • Warnanya kurang cerah
  • Sirip punggung biasa
  • Kepalanya agak runcing

Teknik Pemijahan

  1. Pilihlah induk yang berukuran relative besar, bentuk tubuh yang menggembung, serta mempunyai warna yang indah.
  2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu wadah.
  3. Wadah pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

Perawatan Benih

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih memiliki kuning telur (yolk egg). Perlakuan yang umum dilakukan dalam pemeliharaan benih adalah pemberian pakan dan pengontrolan kualitas air/penggantian air.

  1. Setelah 4-5 hari benih baru dapat diberi makan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
  2. Setelah mencapai ukuran medium (2-3 cm) dapat diberi pakan berupa cacing , dan bila telah mencapai ukuran 5-7 cm baru dapat diberi makan berupa cuk (jentik nyamuk).
  3. Disamping pakan alami dapat juga diberi pakan berupa pellet, cacing kering, dll.
  4. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2 kali sehari dan jangan berlebihan agar tidak merusak kualitas air
  5. Pergantian air. Air dalam wadah budidaya jangan sampai keruh . Kotoran dapat dibersihkan setiap 2-3 hari sekali dengan cara disiphon. Penggantian air sekitar 10-20%.
Sumber : nagimam.blogspot.com

Senin, 06 Oktober 2014

KULTUR PAKAN ALAMI (KUTU AIR/DAPHNIA)

Dalam budidaya ikan hias, ketersediaan pakan alami menjadi hal yang sangat penting. Kebutuhan pakan alami akan menjadi sangat krusial khusus pada saat kebutuhan pakan untuk rayak (anakan) ikan meningkat. Umumnya, untuk menyediakan pakan alami untuk burayak/anakan ikan para pembudidaya dapat memperolehnya dengan membeli di kios-kios ikan hias. Akan tetapi apabila pasokan pakan alami tidak bias diandalkan kontinuitasnya maka membiakan/kultur sendiri adalah jalan terbaiknya. Salah satu jenis pakan alami yang sangat mudah untuk dikembangbiakan/kultur sendiri adalah daphnia atau pembudidaya secara umum menyebutnya kutu air.

Persyaratan Hidup
Daphnia hidup pada suhu 18-24oC dengan pH 6,7 - 9,2. Daphnia termasuk makhluk hidup yang bersifat filter feeder atau memperoleh makan dengan cara menyaring organisme yang lebih kecil atau bersel tunggal seperti algae dan jenis protozoa lainnya. Daphnia membutuhkan vitamin dan mineral khususnya kalsium untuk pembentukan cangkangnya. Oleh karena tu dalam media hidupnya sebaiknya disertakan potongan batu kapur atau batu apung dan sejenisnya. Untuk pertumbuhan dan perkembangannya daphnia membutuhkan supply oksigen yang cukup. Kekurangan supply oksigen dapat menyebabkan terbentuknya haemoglobin dimana daphnia akan berwarna merah dan berujung kematian pada daphnia.

Kultur Daphnia
Pada dasarnya kultur daphnia dapat dilakukan pada wadah berupa bak, kolam, bahkan ember sekalipun.

Berikut ini akan disampaikan cara kultur daphnia pada bak tembok:
  1. Siapkan bak berukuran 4 x 3 x 0,5 M.
  2. Keringkan selama 3 hari
  3. Isi air setinggi 30-35 cm
  4. Masukkan 2 ember kecil kotoran ayam yang sudah kering
  5. Tebarkan 0,5 liter bibit (induk) daphnia
  6. Biarkan selama 7—12 hari.
Setelah 7—12 hari umumnya daphnia sudah siap untuk dipanen. Panen dilakukan dengan menggunakan scoppnet halus. Pemanenan dapat dilakukan setiap hari. Agar daphnia dapat berkembang terus, maka sebaiknya dilakukan pemupukan ulang setiap seminggu sekali.

Catatan : Induk daphnia bisa diperoleh di perairan yang banyak mengandung bahan organik seperti sawah dan solokan yang airnya tergenang, atau dapat membelinya di kios-kios penjual ikan hias.


Sumber : benihikanku.blogspot.com

KANDUNGAN GIZI IKAN DAN MANFAATNYA

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan produk hewani lainnya. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya: (1) ikan memiliki nilai protein yang sangat tinggi (mencapai 20%); (2) Daging ikan lebih mudah dicerna oleh tubuh, karena sifatnya yang relative lunak dan hanya mengandung sedikit tenunan pengikat (tendon) ; dan (3) Daging ikan tidak berbahaya bagi manusia termasuk bagi mereka yang kelebihan kolesterol.

Adapun  kandungan gizi pada ikan dan manfaatnya adalah sebagai berikut:

Omega 3, 6 dan 9
Omega 3    :Membantu perkembangan mata, otak dan jaringan syaraf
Omega 6    :Mengandung GLA (Gamma Linolenic Acid) penting untuk fungsi endoktrin dan hormonal
Omega 9    :Mengandung asam Oleic untuk meringankan gejala peradangan sendi (Arthitis), menjaga stabilitas kolesterol

Protein   

Zat pembangun, lebih mudah dicerna, mengandung asam amino paling lengkap terutama lysine dan treonine     
Vitamin   

Vitamin A        :Sebagai antioksidan, menjaga kesehatan mata
Vitamin B6      :Meningkatkan metabolisme asam amino dan lemak, mencegah anemia dan kerusakan syaraf
Vitamin D        :Meningkatkan metabolisme kalsium untuk pertumbuhan tulang
Vitamin B12  :Membantu pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme lemak dan melindungi jantung

Mineral   

Zat Besi    :Membantu pembentukan sel darah merah
Yodium     :Mencegah penyakit gondok
Seng         :Membantu kerja enzim dan hormone
Selenium   :Sebagai antioksidan
Fluor         :Menjaga kesehatan gigi

Asam Lemak Tak Jenuh (High Density Lipoprotein/HDL)   

Merupakan Kolesterol baik, dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

AYO MAKAN IKAN, AGAR SEHAT, KUAT DAN CERDAS!!!


    Sumber : Direktorat Perdagangan Dalam Negeri, Ditjen P2HP-KKP

NILAI SEEKOR PARI MANTA

Pari Manta merupakan jenis pari terbesar di dunia dan termasuk salah satu ikan terbesar di dunia. Pari Manta Karang bisa tumbuh hingga 4,5 meter (dari ujung sayap ke ujung sayap yang lainnya), sedangkan Pari Manta Oseanik bisa tumbuh hingga 8 meter. Pari Manta betina butuh 8-10 tahun hingga mencapai kedewasaan seksual, dan bisa melahirkan hanya 1 ekor anak setiap 2-5 tahun.

Ikan yang sangat cerdas ini tumbuh dengan baik di Indonesia. Ikan ini memiliki rasio otak dan badan paling besar bila dibandingkan dengan ikan-ikan lain. Beberapa fakta tentang Pari Manta Indonesia yang unik diantaranya:
  1. Kedua jenis Pari Manta yakni Pari Manta Karang dan Pari Manta Oseanik hidup di perairan Indonesia.
  2. Raja Ampat merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana kedua spesies manta dapat dijumpai ditempat yang sama.
  3. Populasi-populasi kunci Pari Manta di Indonesia dapat dijumpai di Sangalaki (Kaltim), Nusa Penida (Bali), Komodo (Flores), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Ikan Pari Manta sepenuhnya tidak berbahaya karena tidak memiliki duri dibagian ekornya, berbeda dengan pari biasa (Stringrays). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyelam dan pesnorkel serta para pecinta lautan. Komunitas-komunitas lokal di sejumlah besar negara diuntungkan dari pariwisata manta. Tahukah anda berapa nilai seekor Pari Manta?

Estimasi secara global, nilai pariwisata Pari Manta sebesar 1,7 triliun rupiah per tahunnya. Sedangkan perkiraan nilai perdagangan pelat insang Pari Manta secara global hanya mencapai 60 miliar rupiah. Indonesia merupakan negara terbesar kedua didunia untuk tujuan pariwisata manta. Estimasi nilai seekor Pari Manta sebagai asset pariwisata sepanjang hidupnya ditaksir mencapai 12 miliar rupiah, sedangkan estimasi nilai jual seekor Pari Manta sebagai objek perikanan (ikan mati) ditaksir < 6 juta rupiah.

Kelangsungan hidup Pari Manta saat ini sangat terancam dengan terus meningkatnya permintaan untuk pelat insangnya yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Indonesia tampaknya menjadi negara penangkap Pari Manta terbesar di dunia dan dinilai dapat membahayakan populasi Pari Manta. Dengan rendahnya laju reproduksi, umur yang panjang, kecenderungan agregasi di lokasi yang mudah diprediksi, dan kurangnya rasa takut terhadap manusia, Pari Mata sangat rentan terhadap tekanan dari ekspolitasi perikanan.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk meminimalisir eksploitasi terhadap ikan yang termasuk dalam kategori terancam punah ini. Kesadaran global tentang tingginya ancaman terhadap Pari Manta telah berkembang secara eksponensial di beberapa tahun terakhir. Convention on Migratory Species (CMS) telah mengakui manta sebagai spesies terancam yang memerlukan perlindungan internasional. Pada 4 Maret 2013 Pari Manta jugal telah dimasukkan dalam Apendiks II dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Di Indonesia sendiri Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menerbitkan regulasi mengenai perlindungan penuh terhadap spesies Pari Manta Karang dan Pari Manta Oseanik melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta.

Pada dasarnya setiap orang dapat berperan dalam perlindungan terhadap Pari Manta, mulai dari masyarakat hingga aparat pemerintah tidak terkecuali Penyuluh Perikanan. Penyuluh Perikanan yang memiliki wilayah kerja di pesisir pantai khususnya mereka yang berada di populasi-populasi kunci Ikan Pari Manta seperti
yang telah disampaikan di atas dapat berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat (nelayan) tentang pentingnya Pari Manta sebagai asset pariwisata yang dapat memberikan keuntungan jauh lebih besar dibandingkan sebagai produk perikanan. Memang bukan pekerjaan yang mudah bagi penyuluh perikanan untuk merubah pola pikir nelayan terkait dengan konservasi Pari Manta, terlebih nilai Pari Manta sebagai asset pariwisata tidak secara langsung dapat dirasakan dampaknya oleh pelaku utama perikanan dalam hal ini nelayan. Namun demikian, bukankah perubahan besar terjadi diawali dari hal-hal kecil? So, imposible is nothing.

SAVE MANTA !!!

Sumber : Indonesia Manta Project